JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Bob Kamandanu menyatakan, krisis global masih belum mempengaruhi penjualan batubara tahun ini.
"Sampai hari ini memang kontrak-kontrak penjualan batubara masih dipenuhi," katanya saat ditemui seusasi diskusi publik mengenai energi dan listrik di Jakarta, Jumat (7/10/2011) malam.
Bob menjelaksan, saat ini memang belum terihat imbasnya. Meskipun ada, maka itu hanya sebatas pengaruh di spot market. Namun, dia melihat, keadaan ekonomi global akan semakin memburuk. Karenannya, kontrak 2012 yang akan direnegosiasi pada November 2011 akan terpengaruh adanya ancaman tersebut.
"Ini akan masuk waktu-waktu negosiasi, pertengahan Oktober atau November 2011. Nanti setelah dua tiga bulan ke depan akan terlihat indikasinya," katanya.
Adapun harga batubara saat ini, menurut Bob, masih berada di level stagnan yaitu USD120 per ton. Sementara itu, ekspor batubara di Indonesia bukan untuk sektor industri melainkan untuk konsumsi rumah tangga.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Indonesian Minning Assotiation Tony Wenas menyatakan, krisis global ini harus diantisipasi oleh perusahaan dengan cara penghematan biaya.
selain itu, Tony mengatakan, harga mineral sudah tidak berada di titik keekonomisannya. Imbasnya, perusahaan batubara dengan skala kecil akan berhenti berproduksi untuk sementara waktu. "Saat produksi terhenti, harga akan kembali naik, karena nikel langka di pasaran. Trendnya seperti itu sehabis harga turun, nanti akan naik kembali," tutupnya. (mrt) (rhs)
http://economy.okezone.com/read/2011/10/08/19/512630/penjualan-batubara-akan-terimbas-krisis-global
Tidak ada komentar:
Posting Komentar