Sabtu, 08 Oktober 2011

Cari Rupiah dari Menulis Buku

SEIRING dengan meningkatnya minat baca masyarakat, semakin banyak pula buku yang beredar. Hal ini menambah lajunya dunia penerbitan. Penulis buku makin banyak dicari oleh penerbit.

Seperti disadur dari buku Bisnis Laris Balik Modal < 1 Tahun karya Alistiorini dan Bambang Suharno yang diterbitkan Penebar Plus, penghasilan bagi penulis naskah pemula untuk setiap buku mencapai lebih dari Rp2 juta per bulan. Jika buku Anda laku di pasaran, tentunya keuntungan pun akan berlipat ganda. Dengan menulis buku, Anda tetap menjalankan aktivitas sehari-hari baik untuk kuliah, sekolah, bekerja, serta aktivitas lainnya.

Dengan sistem jual lepas, per judul yang berisi 100 halaman biasanya dinilai Rp2,5 juta (per halaman Rp25 ribu). Keuntungan lainnya adalah menulis buku ini seperti bekerja freelance, dengan relasi beberapa penerbit buku yang tidak terbatas waktu kerjanya.

Ada beberapa tahapan untuk memulai usaha ini. Yakni memperluas wawasan dengan seiring membaca buku, koran, majalah, atau internet, lalu berupaya untuk menuangkan ide-ide dalam secarik kertas setiap hari, mengikuti kursus  menulis yang banyak diselenggarakan di berbagai tempat, baik online maupun privat,  mencari komunitas baca agar wawasan dan jaringan bertambah sehingga Anda bisa mendapatkan berbagai informasi, mencari buku dan berbagai artikel sebagai referensi ketika menulis, serta jangan lupa mempersiapkan alat-alat yang diperlukan, seperti komputer, alat tulis, printer, dan lainnya.

Tapi sebelumnya, ada beberapa hambatan dalam menulis yang harus bisa diatasi. Misalnya banyak saingan penulis berpengalaman yang sukses di masyarakat, ketergantungan pada mood. Oleh karena itu, pengendalian mood untuk menulis serta dukungan motivasi dari lingkungan sekitar seperti orang tua, kerabat,dan lainnya sangatlah diperlukan. Juga perlunya konsentrasi dalam pengerjaan di sela-sela aktivitas.

Tapi jangan menyerah, ada beberapa tips untuk membuat usaha menulis Anda sukses. Antara lain Anda harus mulai mempromosikan diri melalui pembuatan blog pribadi atau situs jejaring sosial dengan menampilkan hasil karya Anda, seperti puisi, cerpen, artikel, dan sebagainya.

Lalu mencari jaringan beberapa penerbit dan menjaga hubungan baik dengan mereka. Mencari tahu hal apa saja yang menjadi motovasi Anda untuk menulis, lalu kembangkanlah. Serta mengirimkan tulisan-tulisan ke media cetak, seperti majalah atau koran untuk hal-hal yang bersifat ilmiah maupun opini atau cerita pendek. (wdi)

http://economy.okezone.com/read/2011/10/06/455/511548/cari-rupiah-dari-menulis-buku

Penjualan Batubara Akan Terimbas Krisis Global

JAKARTA - Ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Bob Kamandanu menyatakan, krisis global masih belum mempengaruhi penjualan batubara tahun ini.

"Sampai hari ini memang kontrak-kontrak penjualan batubara masih dipenuhi," katanya saat ditemui seusasi diskusi publik mengenai energi dan listrik di Jakarta, Jumat (7/10/2011) malam.

Bob menjelaksan, saat ini memang belum terihat imbasnya. Meskipun ada, maka itu hanya sebatas pengaruh di spot market.  Namun, dia melihat, keadaan ekonomi global akan semakin memburuk. Karenannya, kontrak 2012 yang akan direnegosiasi pada November 2011 akan terpengaruh adanya ancaman tersebut.

"Ini akan masuk waktu-waktu negosiasi, pertengahan Oktober atau November 2011. Nanti setelah dua tiga bulan ke depan akan terlihat indikasinya," katanya.

Adapun harga batubara saat ini, menurut Bob, masih berada di level stagnan yaitu USD120 per ton. Sementara itu, ekspor batubara di Indonesia bukan untuk sektor industri melainkan untuk konsumsi rumah tangga.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Indonesian Minning Assotiation Tony Wenas menyatakan, krisis global ini harus diantisipasi oleh perusahaan dengan cara penghematan biaya.

selain itu, Tony mengatakan, harga mineral sudah tidak berada di titik keekonomisannya. Imbasnya, perusahaan batubara dengan skala kecil akan berhenti berproduksi untuk sementara waktu. "Saat produksi terhenti, harga akan kembali naik, karena nikel langka di pasaran. Trendnya seperti itu sehabis harga turun, nanti akan naik kembali," tutupnya. (mrt) (rhs)

http://economy.okezone.com/read/2011/10/08/19/512630/penjualan-batubara-akan-terimbas-krisis-global

Soal LNG, Jepang Setia dengan Indonesia

BANDUNG - Adanya pembatasan ekspor gas alam guna memenuhi kebutuhan dalam negeri, tidak membuat pemerintah menghentikan ekpor Liquid Natural Gas (LNG) ke Jepang. Hal ini, disebabkan karena komitmen Indonesia terhadap Jepang.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BP Migas R Prijono. Prijono mengatakan, Indonesia merupakan negara yang setia pada kontrak kerja dan komitmennya.

Prijono menambahkan, komitmen Indonesia melakukan impor gas ke Jepang membuat Indonesia berada dalam urutan pertama di antara saingan lainnya.

"Australia dan Qatar saingan dalam gas, tapi posisi Indonesia sangat strategis. Uniknya Indonesia, satu negara yang menghormati kontrak, walaupun ada gejolak kontrak tetap diperhatikan," jelas Prijono dalam pemaparan BP Migas di Bandung, Jumat (7/10/2011)

Hal inilah yang membuat Jepang masih setia dengan Indonesia sampai sekarang. "Qatar tidak begitu, Jepang masih berhubungan dengan Indonesia karena kita setia pada kontrak. Qatar bisa berubah, sehari saja dia juga bisa berubah," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Hatta Rajasa menjelaskan, ekspor ini dilakukan sebagai bentuk komitmen yang sudah disepakati Pemerintah Indonesia dan Jepang yang sudah dibangun sejak lama.

"Komitmen kita masih kita jalankan. Kalaupun ada tambahan, akan kita lihat jika ada spot. Di situ ada permintaan itu dan secara spot ada space, maka itu bisa kita lakukan," ujar Hatta. (mrt) (rhs)

http://economy.okezone.com/read/2011/10/08/19/512632/soal-lng-jepang-setia-dengan-indonesia

Ratu Atut: Pengembangan Ekonomi Banten Berbasis Sumber Daya Unggulan

SERANG - Setelah pondasi pertumbuhan ekonomi telah terbangun selama 11 tahun berdirinya Banten, maka lima tahun ke depan (2012-2017) skenario pembangunan harus lebih dititikberatkan pada penguatan dan pemantapan yang didasari semangat kebersatuan dan pembaruan.

"Pemantapan struktur ekonomi masyarakat ke depan harus berbasis pada sumber daya unggulan daerah dengan dukungan infrastruktur ekonomi wilayah yang memadai," kata Cagub Incumbent Hj Ratu Atut Chosiyah, di Serang, Jumat (7/10/2011).

Oleh sebab itu, lanjut Ratu Atut, ia akan memberikan prioritas pembangunan infrastruktur fisik hingga ke tingkat pedesaan dengan alokasi dana Rp1 miliar per satu kecamatan yang penyaluran dan pengelolaannya melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MP).

"Untuk menggugah partisipasi masyarakat, penggunaan dana tersebut diserahkan sepenuhnya kepada musyawarah antara PNPM, Muspika, alim ulama, dan seluruh elemen masyarakat di kecamatan. Biarkan masyarakat mengembangkan kreatifitasnya dalam memanfaatkan dana tersebut," kata wanita pertama dan satu-satunya yang menjadi gubernur di Indonesia ini.

Selain itu, lanjut Atut, tenaga kerjanya juga menyerap sebanyak mungkin dari tenaga lokal, sehingga akan mengurangi angka pengangguran di satu sisi dan meningkatkan keberdayaan perekonomian rakyat. "Dana tersebut dimaksudkan sebagai upaya percepatan pembangunan secara merata di Banten," tandasnya.

Dijelaskan, empat kebupaten dan empat kotamadya di wilayah Banten memiliki sumber daya unggulan yang berbeda-beda. Ambil misal, wilayah Pandeglang dan Lebak yang memiliki sumber daya pertanian sangat besar akan difokuskan untuk memperkuat struktur dan kualitas ekonomi masyarakat yang berbasis pertanian.

Berbeda dengan Kota Cilegon dan Serang, yang akan menjadi basis transformasi budaya masyarakat agraris menjadi industri, tetapi dengan tetap mempertahankan norma-norma dan kearifan lokal.

Sementara untuk penyediaan infrastruktur yang mendukung ekonomi wilayah dan infrastruktur yang menghubungkan pertumbuhan ekonomi antarwilayah akan difokuskan di wilayah Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

"Misalnya infrastruktur transportasi, terminal agro, kelembagaan pasar, akses modal usaha rakyat, pengembangan teknologi tepat guna serta jaringan promosi dan pemasaran agro," kata Atut.

Skenario tersebut akan dapat berjalan dan bergerak dengan dinamis, manakala tata kelola penyelenggaraan pemerintahan lebih bersih dan kuat. Oleh sebab itu, pada lima tahun ke depan sudah saatnya semangat pembaruan benar-benar diimplementasikan ke dalam program reformasi birokrasi.

Antara lain, sambung Atut, dengan merestrukturisasi, merefungsionalisasi dan revitalisasi lembaga-lembaga pemerintahan, masyarakat, adat ke arah entrepreneurship government. Tentu saja, hal ini juga harus didukung oleh teknologi informasi dan telekomunikasi.

Menurut Atut, perekonomian Banten akan mampu berkembang dengan pesat apabila dilakukan pengembangan kelembagaan sosial-ekonomi masyarakat di bidang pertanian dalam arti luas dan pengembangan kesetaraan antara dunia pendidikan dan dunia usaha, serta pengemangan sumberdaya manusia di bidang teknologi informasi.

Pengembangan Wilayah

Ketika disinggung mengenai skenario pengembangan wilayah, Ratu Atut mengatakan, strategi tersebut akan menyasar Kawasan Bandara Soetta, Kawasan Pelabuhan Bojonegara dan Kawasan Stasiun Rangkasbitung. Di setiap kawasan akan diberikan fokus, Bandara Soetta misalnya, berupa pengembangan wilayah strategis dengan dukungan aksessibilitas jaringan transportasi darat.

Sedangkan di Bojonegara akan menjadi fokus penyedian aksesibilitas jaringan transportasi barang dan penyediaan infrastruktur dasar penunjang pelabuhan. Kemudian di Kawasan Stasiun Rangkasbitung, akan lebih diprioritaskan pada penyerdiaan jaringan transportasi rakyat dan usaha agro dalam memperlacar sistem distribusi dan produksi agro.

"Hal ini tentu saja lima tahun ke depan, saya akan berusaha memfungsikan kembali jaringan kereta api yang sudah lama tak berfungsi sebagai modal utama. Ini menjadai bagian dari pengembangan feeder system dan koridor dalam menunjang fungsi multigates system," demikian kata Ratu Atut. (//wdi)